• Sabtu, 31 Maret 2018


        Teori Pemrosesan Informasi ini dikembangkan oleh Gagne seorang psikolog pendidikan berkebangsaan Amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep RobertM Gagne, Jerome Seymour Bruner, Albert Bandura dan Lev Vygotsky merupakan tokoh-tokoh penting yang telah mencetuskan berbagai teori pembelajaran dan memberi sumbangan yang besar dalam dunia pendidikan. Pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran.
    Berdasarkan  temuan  riset  linguistik,  psikologi,  antropologi  dan  ilmu  komputer,  dikembangkan  model  berpikir.  Pusat  kajiannya  pada  proses  belajar  dan menggambarkan  cara  individu  memanipulasi  simbol  dan  memproses  informasi. Model belajar pemrosesan  informasi Anita E. Woolfolk  (Parkay & Stanford, 1992) disajikan melalui skema yang dikutip berikut ini.



            Model  belajar  pemrosesan  informasi  ini  sering  pula  disebut  model  kognitif information processing, karena dalam proses belajar  ini  tersedia  tiga  taraf struktural sistem informasi, yaitu:
    1)      Sensory  atau  intake  register:  informasi  masuk  ke  sistem  melalui  sensory register,  tetapi  hanya  disimpan  untuk  periode  waktu  terbatas.  Agar  tetap dalam  sistem,  informasi  masuk  ke  working  memory  yang  digabungkan dengan informasi di long-term memory.
    2)      Working memory: pengerjaan atau operasi  informasi berlangsung di working memory,  dan  di  sini  berlangsung  berpikir  yang  sadar.  Kelemahan  working memory  sangat  terbatas  kapasitas  isinya  dan memperhatikan  sejumlah  kecil informasi secara serempak.
    3)      Long-term  memory,  yang  secara  potensial  tidak  terbatas  kapasitas  isinya sehingga mampu menampung seluruh  informasi yang sudah dimiliki peserta didik.  Kelemahannya  adalah  betapa  sulit  mengakses  informasi  yang tersimpan di dalamnya.

        Proses berpikir merupakan proses kompleks dan tidak dapat dilihat secara langsung bagaimana otak bekerja dan informasi di olah. Informasi yang diterima melalui alat indera akan dipersepsikan oleh bagian-bagian yang berfungsi secara khusus. Model pembelajaran pemrosesan informasi adalah model pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas yang terkait dengan kegiatan proses atau pengolahan informasi untuk meningkatkan kapabilitas siswa melalui proses pembelajaran.
    Pemrosesan informasi untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke dalam memori jangka panjang disebut pengkodean atau encoding. Sementara itu, menyimpan informasi dalam memorijangka panjang tidak ada gunanya kecuali dapat ditemukan cara untuk mengaktifkan dan memanggil kembali informasi tersebut. Pemrosesan Informasi merujuk pada cara mengumpulkan/menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep, dan menggunakan simbol verbal dan visual.

          Pembelajaran berbantuan media dapat diartikan sebagai aplikasi media yang digunakan dalam proses pembelajaran, untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemau-an belajar sehingga terjadi proses belajar yang sesuaitujuan dan terkendali asumsi yang mendasari teori kognitiftentang multimedia learning, yakni dual-channel (saluran ganda), limited capacity (kapasitas terbatas), dan  active-processing (pemrosesan aktif). Asumsi saluran ganda (dual-channel assumption) menyatakan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Informasi berupa kata-kata diterima oleh mata dan telinga, sedangkan gambar diterima oleh mata yang merupakan memori sensorik. Setelah diseleksi oleh memori sensorik, informasi diteruskan ke memori kerja. Di dalam memori kerja, informasi diorganisasikan untuk diintegrasikan yang selanjutnya diteruskan ke memori jangka panjang.

          Proses pembelajaran yang efektif terletak pada optimalisasi beban kognitif dalam kapasitas memori kerja siswa yang terbatas. Dalam mendesain pembelajaran perlu mempertimbangkan faktor kognitif. Teori yang membicarakan beban kognitif disebut teori beban kognitif. Sweller mengungkapkan, “Cognitive Load Theory (CLT) began as instructional theory based on our knowledge of human cognitive architecture” (Plass, Jan L.,Roxana Moreno, Robald Bruken, 2010: 29).
          Prinsip utama teori beban kognnitif adalah kualitas dari pembelajaran akan meningkat jika perhatian dikonsentrasikan pada peran dan keterbatasan memori kerja. R.C. Clark et al mengungkapkan bahwa terdapat tiga beban kognitif yang mempengaruhi kerja memori tersebut yaitu : beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load), 2) beban kognitif germany (germany cognitive load) dan 3) beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) . Beban kognitif intrinsic bergantung pada tingkat kesulitan dari materinya seberapa banyak unsur yang ada  dan  bagaimana  mereka  berinteraksi satu  sama  lain.  Beban  kognitif  germany (germany  cognitive  load)  adalah  beban yang relevan atau menguntungkan yang dikenakan oleh metode pengajaran yang mengarah  pada  hasil  belajar  yang  lebih baik. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) bergantung pada cara pesan-pesan ins- truksional tersebut dirancang, yakni pada materi  tersebut  ditata  dan  disajikan (Kuan, 2010:6-7).

    Permasalahan :
    1.Apakah dengan digunakannya multimedia dapat menjadikan pengalaman dan pengetahuan yang kita dapatkan bersifat long-term memory ?
    2.Bagaimana kita dapat membuat penggunaan dan materi multimedia yang tepat pada pembelajaran ?
    3.Salah satu dari tiga  taraf struktural sistem informasi adalah working memory , dijelaskan bahwa pada working memory memiliki kapasitas yang sangat terbatas isinya , mengapa hal tersebut dapat terjadi ?
    4.Mengapa seseorang dapat lebih mudah mengingat dan memahami materi dengan bantuan multimedia ?

    { 4 komentar... read them below or Comment }

    1. Baiklah saudara eko saya akan menjawab permasalahan anda bo 1 : bagi saya multimedia dapat menyampaikan informasi secara jangka panjang ataupun secara jangka pendek tergantung bagaimana aktivitas atau kesiapan peserta didik untuk memahami materi yang diajarkan , namun sebagian besar multimedia dapat diserap secara jangka anjang oleh peserta didik contohnya yaitu multimedia video dokumenter , setelah multimedia ini diterapkan , sebagian besar peserta didik mampu untuk menyimpulkan apa saja yang telah ditayangkan dalam video tersebut ,

      BalasHapus
    2. Saya akan mencoba menjawab permasalahan yang ke-2, untuk membuat penggunaan dan materi multimedia yang tepat pada pembelajaran perlu pengembangan khusus, mengingat untuk produksi multimedia diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun dan membangun materi berbasis multimedia yang baik. Pengembangan multimedia agar dapat dimasukkan dalam pembelajaran harus melalui tahapan-tahapan yang terancang dengan baik dan runtut agar produk multimedia yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan tepat digunakan dalam pembelajaran.
      Adapun langkah dalam pembuatan multimedia ini yang harus diperhatikan, yaitu:
      1. Tentukan jenis multimedia pembelajaran
      Perhatikan dengan benar, yang akan kita buat itu apakah alat bantu kita untuk mengajar (presentasi) ke siswa atau kita arahkan untuk bisa dibawa pulang siswa alias untuk belajar mandiri di rumah atau sekolah.
      2. Tentukan tema materi ajar
      Ambil tema bahan ajar yang menurut kita sangat membantu meningkatkan pemahaman ke siswa dan menarik bila kita gunakan multimedia. Ingat bahwa tujuan utama kita membuat multimedia pembelajaran adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa. Jangan terjebak ke memindahkan buku ke media digital, karena ini malah mempersulit siswa.
      3. Susun alur cerita
      Susun alur cerita atau storyboard yang memberi gambaran seperti apa materi ajar akan disampaikan. Jangan beranggapan bahwa storyboard itu hal yang susah, bahkan point-point saja asalkan bisa memberi desain besar bagaimana materi diajarkan sudah lebih dari cukup.
      5. Gunkan teknik atm
      Terapkan metode ATM ( Amati, Tiru dan Modifikasi). Usahakan sering melihat contoh-contoh yang sudah ada untuk membangkitkan ide. Gunakan logo, icon dan image yang tersedia secara default. Apabila masih kurang puas: Cari dari berbagai sumber dan Buat sendiri apabila mampu.

      BalasHapus
    3. Saya akan mnjawab permasalahan nomor 3

      Memori Kerja
      Memori kerja juga memiliki batasan-batasan dalam banyaknya jumlah informasi yang disimpan. Kemampuan memori kerja untuk menyimpan informasi dalam waktu singkat sekalipun sangat terbatas dan bila batas ini dilampaui maka kemungkinan kita akan menjadi lupa seluruh ataupun sebagian dari informasi yang kita terima. Menurut Gathercole (2009) ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan memori kerja untuk menyimpan informasi, antara lain:
      1. Faktor usia
      Penelitian yang dilakukan oleh Gathercole dan Alloway (2009) menemukan orang dewasa biasa tidak dapat menyimpan lebih dari enam atau tujuh satuan informasi dalam memori kerja mereka. Satuan informasi merupakan kumpulan dari beberapa informasi yang membentuk kesatuan atau makna. Misalnya: satuan dari 6 angka khusus angka membentuk nomor PIN anda.
      2. Faktor efek primer dan efek kebaruan dari suatu informasi.
      Efek primer merupakan kelebihan atau keunggulan dari unsur-unsur pada bagian awal dari suatu satuan informasi. Contohnya, pada satuan informasi yang tidak bermakna seperti kucing, makan, itik, pintu, kebun, lalat, pohon, hutan, biru, baru. Satuan informasi tersebut memiliki sembilan unsur. Melihat satuan tersebut, mungkin akan sulit bagi kita untuk menghapalnya karena terdiri dari sembilan unsur berbeda yang tidak memiliki kesatuan makna. Namun, akan mudah bagi kita untuk mengetahui di mana letak kelemahan kita yang relatif akan menunjuk pada bagian tengah kata-kata tersebut. Namun, kita akan lebih mudah menghapal unsur-unsur terdepan dari satuan informasi tersebut karena akan selalu mudah muncul dalam memori pada setiap pengulangan dan pengulangan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ingatan. Inilah yang dinamakan dengan efek primer.
      Sedangkan efek kebaharuan merupakan keakuratan suatu memori untuk mengingat unsur-unsur terakhir dari satuan informasi. Biasanya efek ini akan lebih bertahan lama apabila unsur informasi tersebut diucapkan daripada hanya dibaca dalam hati saja. Untuk itu Gathercole (2009) menyarankan bahwa jika kita ingin mengingat sesuatu untuk beberapa saat maka informasi yang kita pelajari hendaknya diucapkan dengan bersuara dan tidak hanya dibaca dalam hati saja.
      3. Pengaruh suara dari lingkungan sekitar.
      Memori kerja akan bekerja dengan baik untuk menyimpan informasi dalam suasana hening tanpa ada suara-suara yang mengganggu.

      BalasHapus
    4. Saya akan menjawab permsalahan keempat

      pengajaran lebih menarik perhatian pembelajar sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar
      bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih di pahami pembelajar, serta memungkinkan pembelajar menguasai tujuan pengajaran dengan baik
      metode pembelajaran bervariasi, tidak semata-semata hanya komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata lisan pengajar, pembelajar tidak bosan, dan pengajar tidak kehabisan tenaga.
      pembelajar lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan penjelasa dari pengajar saja, tetapi juga aktivitas lain yang dilakukan seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lainya.

      BalasHapus

  • Copyright © 2013 - Chemistry Education

    EN-EV MEDIA PEMBELAJARAN - Powered by Blogger - Designed by EN-NEV