Archive for Maret 2018
Teori Pemrosesan Informasi Berbantuan Media
4
Teori Pemrosesan Informasi ini dikembangkan oleh Gagne seorang psikolog pendidikan berkebangsaan Amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika. Ia kemudian mengembangkan konsep RobertM Gagne, Jerome Seymour Bruner, Albert Bandura dan Lev Vygotsky merupakan tokoh-tokoh penting yang telah mencetuskan berbagai teori pembelajaran dan memberi sumbangan yang besar dalam dunia pendidikan. Pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran.
Berdasarkan temuan riset linguistik, psikologi, antropologi dan ilmu komputer, dikembangkan model berpikir. Pusat kajiannya pada proses belajar dan menggambarkan cara individu memanipulasi simbol dan memproses informasi. Model belajar pemrosesan informasi Anita E. Woolfolk (Parkay & Stanford, 1992) disajikan melalui skema yang dikutip berikut ini.
Model belajar pemrosesan informasi ini sering pula disebut model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
1) Sensory atau intake register: informasi masuk ke sistem melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas. Agar tetap dalam sistem, informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
2) Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory, dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahan working memory sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
3) Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.
Proses berpikir merupakan proses kompleks dan tidak dapat dilihat secara langsung bagaimana otak bekerja dan informasi di olah. Informasi yang diterima melalui alat indera akan dipersepsikan oleh bagian-bagian yang berfungsi secara khusus. Model pembelajaran pemrosesan informasi adalah model pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas yang terkait dengan kegiatan proses atau pengolahan informasi untuk meningkatkan kapabilitas siswa melalui proses pembelajaran.
Pemrosesan informasi untuk memindahkan informasi dari memori jangka pendek ke dalam memori jangka panjang disebut pengkodean atau encoding. Sementara itu, menyimpan informasi dalam memorijangka panjang tidak ada gunanya kecuali dapat ditemukan cara untuk mengaktifkan dan memanggil kembali informasi tersebut. Pemrosesan Informasi merujuk pada cara mengumpulkan/menerima stimuli dari lingkungan, mengorganisasi data, memecahkan masalah, menemukan konsep, dan menggunakan simbol verbal dan visual.
Pembelajaran berbantuan media dapat diartikan sebagai aplikasi media yang digunakan dalam proses pembelajaran, untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, keterampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemau-an belajar sehingga terjadi proses belajar yang sesuaitujuan dan terkendali asumsi yang mendasari teori kognitiftentang multimedia learning, yakni dual-channel (saluran ganda), limited capacity (kapasitas terbatas), dan active-processing (pemrosesan aktif). Asumsi saluran ganda (dual-channel assumption) menyatakan bahwa manusia memiliki saluran terpisah bagi pemrosesan informasi untuk materi visual dan materi auditori. Informasi berupa kata-kata diterima oleh mata dan telinga, sedangkan gambar diterima oleh mata yang merupakan memori sensorik. Setelah diseleksi oleh memori sensorik, informasi diteruskan ke memori kerja. Di dalam memori kerja, informasi diorganisasikan untuk diintegrasikan yang selanjutnya diteruskan ke memori jangka panjang.
Proses pembelajaran yang efektif terletak pada optimalisasi beban kognitif dalam kapasitas memori kerja siswa yang terbatas. Dalam mendesain pembelajaran perlu mempertimbangkan faktor kognitif. Teori yang membicarakan beban kognitif disebut teori beban kognitif. Sweller mengungkapkan, “Cognitive Load Theory (CLT) began as instructional theory based on our knowledge of human cognitive architecture” (Plass, Jan L.,Roxana Moreno, Robald Bruken, 2010: 29).
Prinsip utama teori beban kognnitif adalah kualitas dari pembelajaran akan meningkat jika perhatian dikonsentrasikan pada peran dan keterbatasan memori kerja. R.C. Clark et al mengungkapkan bahwa terdapat tiga beban kognitif yang mempengaruhi kerja memori tersebut yaitu : beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load), 2) beban kognitif germany (germany cognitive load) dan 3) beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) . Beban kognitif intrinsic bergantung pada tingkat kesulitan dari materinya seberapa banyak unsur yang ada dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Beban kognitif germany (germany cognitive load) adalah beban yang relevan atau menguntungkan yang dikenakan oleh metode pengajaran yang mengarah pada hasil belajar yang lebih baik. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) bergantung pada cara pesan-pesan ins- truksional tersebut dirancang, yakni pada materi tersebut ditata dan disajikan (Kuan, 2010:6-7).
Permasalahan :
1.Apakah dengan digunakannya multimedia dapat menjadikan pengalaman dan pengetahuan yang kita dapatkan bersifat long-term memory ?
2.Bagaimana kita dapat membuat penggunaan dan materi multimedia yang tepat pada pembelajaran ?
3.Salah satu dari tiga taraf struktural sistem informasi adalah working memory , dijelaskan bahwa pada working memory memiliki kapasitas yang sangat terbatas isinya , mengapa hal tersebut dapat terjadi ?
4.Mengapa seseorang dapat lebih mudah mengingat dan memahami materi dengan bantuan multimedia ?
1.Apakah dengan digunakannya multimedia dapat menjadikan pengalaman dan pengetahuan yang kita dapatkan bersifat long-term memory ?
2.Bagaimana kita dapat membuat penggunaan dan materi multimedia yang tepat pada pembelajaran ?
3.Salah satu dari tiga taraf struktural sistem informasi adalah working memory , dijelaskan bahwa pada working memory memiliki kapasitas yang sangat terbatas isinya , mengapa hal tersebut dapat terjadi ?
4.Mengapa seseorang dapat lebih mudah mengingat dan memahami materi dengan bantuan multimedia ?
Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran
4
Prinsip-Prinsip Pembelajaran Multimedia
Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5).Ade Cahyana dan Devi Munandar (2008) memberikan definisi teknologi multimedia sebagai perpaduan dari teknologi komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak dengan teknologi elektronik. Menurut keduanya sekarang ini perkembangan serta pemanfaatan teknologi multimedia banyak digunakan hampir di seluruh aspek kegiatan.
Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E. Mayer (2001) menunjukan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang berbeda-beda. Kini dunia pendidikan makin maju, dapatkah modalitas belajar siswa yang berbeda-beda ini dibawa dalam sebuah teknologi Multimedia? Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di Pembelajaran.
12 Prinsip Merancang Multimedia Pembelajaran, yaitu :
1) Prinsip Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib mampu mengkombinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi, video, animasi, simulasi, dll) menjadi satu kesatuan yang harmonis. Sebab kalau tidak namanya bukan multimedia tapi single-media.
2) Prinsip Kesinambungan Spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye nyang laen seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan menjadi sesuatu yang terpisah.
3) Prinsip Kesinambungan Waktu
Orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya. Nah, ketika Anda ingin memunculkan suatu gambar dan atau animasi atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau tidak terkait satu sama lain. Begitu kata Mayer.
4) Prinsip Koherensi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer, hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5) Prinsip Modalitas Belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan teks yang panjang. Hal ini, sangat mengganggu.
6) Prinsip Redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video), daripada dari animasi, narasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7) Prinsip Personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada bahasa teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan sedikit ber-style.
8) Prinsip Interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
9) Prinsip Sinyal
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus of interest). Karena itu kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai isyarat atau kata keterangan yag memperkenalkan sesuatu.
10) Prinsip Perbedaan Individu
9 prinsip tersebut berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka yang memiliki modalitas kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang sebaliknya.
11) Prinsip Praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12) Pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada layar.
Permasalahan :
1. Mengapa multimedia menjadi fenomena yang sangat diminati dan menarik dalam dunia pembelajaran ?
2. Berdasarkan prinsip-prinsip multimedia yang telah tertera diatas , berikan contoh media yang baik berdasarkan prinsip tersebut
3.Apakah anda setuju dengan prinsip koherensi ? Dimana mayer menyatakan bahwa sebaiknya multimedia dibuat dengan mencantumkan hal yang diperlukan saja dan tidak perlu hal lain dengan mempercantik tampilan atau menarik perhatian mata. Berikan argumen anda
4. Prinsip apa saja yang harus ada dalam multimedia yang telah dirancang ?
1. Mengapa multimedia menjadi fenomena yang sangat diminati dan menarik dalam dunia pembelajaran ?
2. Berdasarkan prinsip-prinsip multimedia yang telah tertera diatas , berikan contoh media yang baik berdasarkan prinsip tersebut
3.Apakah anda setuju dengan prinsip koherensi ? Dimana mayer menyatakan bahwa sebaiknya multimedia dibuat dengan mencantumkan hal yang diperlukan saja dan tidak perlu hal lain dengan mempercantik tampilan atau menarik perhatian mata. Berikan argumen anda
4. Prinsip apa saja yang harus ada dalam multimedia yang telah dirancang ?
Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran
3
Permasalahan :
1. Seberapa besarkah pengaruh dari penggunaan multimedia dalam pembelajaran ? Apakah dari proses dan hasilnya jauh lebih baik dari pembelajaran tanpa multimedia ?
2.Bagaimana jika multimedia yang telah di desain sedemikian rupa ternyata malah membuat siswa menjadi lebih bingung dan bosan ? Berikan tanggapan anda
3.apakah multimedia dapat diberikan kepada orang yang memiliki keterbatasan fisik ? Jika iya berikan alasannya dan jika tidak berikan solusi anda .
4. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat multimedia yang baik menurut anda ?
Multimedia
Konsep multimedia telah banyak
diterapkan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran menggunakan multimedia
interaktif berkembang atas dasar pembelajaran konvensional yang tidak bisa
memenuhi kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran (Sigit, dkk, 2008). Multimedia
dapat menjadikan suatu aplikasi menjadi sangat interaktif dan menyajikan interface
yang menarik.
1. Pengertian
Multimedia
Multimedia merupakan kombinasi dari
teks, gambar, seni grafik, suara, animasi dan elemen-elemen video yang
dimanipulasi secara digital. Tampilan dan cita rasa dari proyek multimedia
harus menyenangkan, estetis, mengundang dan mengikat. Proyek harus memuat konsistensi
visual, hanya dengan menggunakan elemen-elemen yang mendukung pesan keseluruhan
dari program.
Menurut Gayestik seperti dikutip
oleh Idris (2008), multimedia merupakan suatu sistem komunikai interaktif
erbasis komputer yang mampu menciptakan, menyimpan, menyajikan, dan mengakses
kembali informasi berupa teks, grafik, suara, video, atau animasi.
Secara
etimologis multimedia berasal dari kata multi (bahasa Latin) yang berarti
banyak, bermacam-macam, dan medium (bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang
dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American
Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk
mendistribusikan dan mempresentasikan informasi (Rachmat dan Alphone,
2005/2006). Maswin (2010) dalam mengemukakan bahwa multimedia merupakan
perpaduan antara berbagai media atau format file yang berupa teks, gambar
(vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video interaksi dan lain-lain,
sedangkan dari Wikipedia Indonesia ensiklopedia berbahasa Indonesia pengertian
multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks,
suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link)
sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya, dan berkomunikasi.
Selain itu menurut Turban dkk (2002)
mengemukakan pengertian multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua
media input atau output. Media ini dapat berupa audio (suara,
musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar. Berdasarkan pendapat-pendapat
tersebut penulis mengambil kesimpulan, bahwa multimedia merupakan perpaduan
antara berbagai media yang berupa teks, gambar, suara, animasi, video dengan
memanfaatkan program komputer untuk menyampaikan pesan kepada para pengguna.
1.1 Kriteria
Multimedia dalam Pembelajaran
Menurut Sigit dkk. (2008),
kriteria multimedia adalah sebagai berikut:
1. Memilki
lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan
visual.
2. Bersifat
interaktif, dalam pengertian memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respon
pengguna.
3. Bersifat
mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan isi sedemikian rupa
sehingga pengguna bisa menggunakan tanpa bimbingan orang lain
1.2 Jenis
Multimedia
Menurut Sigit, dkk. (2008)
multimedia terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Multimedia
Linier
Multimedia linier adalah suatu
multimedia yang tidak dilengkapi oleh alat pengontrol apapun yang dapat
dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan),
contohnya: TV dan film.
2. Multimedia
Interaktif
Multimedia interaktif dilengkapi oleh
alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat
memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contohnya: video
game, pembelajaran interaktif, dan lain-lain.
1.3 Pemanfaatan
Multimedia Berbasis Komputer Dalam pembelajaran
Beberapa
bentuk pemanfaatan multimedia berbasis komputer yang dapat
digunakan dalam proses
pembelajaran, meliputi :
1. Multimedia
Presentasi
Multimedia presentasi
digunakan untuk menjelaskan
materi-materi yang
sifatnya teoritis digunakan dalam
pembelajaran klasikal, baik untuk kelompok kecil maupun kelompok besar. Media
ini cukup efektif, sebab menggunakan multimedia projector yang memiliki
jangkauan pancar cukup besar. Dalam sudut pandang proses pembelajaran,
presentasi merupakan salah satu metode pembelajaran. Pemanfaatan multimedia
berbasis komputer dalam presentasi ini telah memberikan pengaruh yang sangat
besar, bukan hanya pada pengembangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi
pembelajaran, akan tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya.
2. Sarana
Simulasi
Dengan
hadirnya generasi software yang ampuh dan canggih, komputer masa
kini merebakkan
jenis-jenis kegiatan yang benar-benar mampu mengefektifkan media pembelajaran.
Misalnya, multimedia berbasis komputer ini ditambah software tertentu
dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam simulasiuntuk melatih keterampilan
dan kompetensi tertentu.
3. Video pembelajaran
Pemanfaatan
multimedia berbasis komputer dalam pembelajar, selain dapat digunakan untuk
multimedia presentasi, dapat juga dimanfaatkan untuk memutar video pembelajaran
. Video juga dapat memperkaya pemaparan sebagai bahan
terintegrasi dengan media lain seperti teks atau gambar.
1.4. Kelebihan
Pembelajaran Menggunakan Multimedia
Menurut
Townsend seperti dikutip oleh Idris (2008), multimedia memliki beberapa
keuntungan, yaitu:
- Multimedia
masuk akal sehingga dapat meningkatkan pembelajaran.
- Multimedia meningkatkan
ekpresi diri dengan membiarkan pelajar untuk memutuskan sendiri.
- Multimedia membuat pelajar
menjadi ’pemilik’ sehingga mereka bisa menciptakan apa yang hendak mereka
pelajari.
- Multimedia menciptakan suasana
yang aktif, sehingga pelajar dapat terlibat langsung.
- Multimedia
dapat menjembatani komunikasi pelajar dengan instruktur.
- Pemakaian
multimedia sudah tidak asng lagi karena telah digunakan dalam kehidupan
sehari-hari seperti video game dan televisi.
1. Seberapa besarkah pengaruh dari penggunaan multimedia dalam pembelajaran ? Apakah dari proses dan hasilnya jauh lebih baik dari pembelajaran tanpa multimedia ?
2.Bagaimana jika multimedia yang telah di desain sedemikian rupa ternyata malah membuat siswa menjadi lebih bingung dan bosan ? Berikan tanggapan anda
3.apakah multimedia dapat diberikan kepada orang yang memiliki keterbatasan fisik ? Jika iya berikan alasannya dan jika tidak berikan solusi anda .
4. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat multimedia yang baik menurut anda ?



