Archive for 2018

  • Revolusi Industri Era 4.0

    3

    Perkembangan Industri Dunia saat ini telah memasuki era baru yaitu tahapan Revolusi Industri 4 atau pada zaman now lebih sering kita dengar dengan Industri 4.0 , Pertama kali konsep ini berasal dari sebuah proyek strategis pemerintah Jerman dalam pemanfaatan teknologi canggih system komputerisasi di bidang manufacturing.
    Presentasi Industri 4.0 pertama kali dipublikasikan pada event Hannover Fair tahun 2011. Kemudian pada bulan Oktober 2012, Tim Kerja Industry 4.0 memaparkan rekomendasi pelaksanaan Industri 4.0 kepada pemerintah federal Jerman. Anggota kelompok Tim kerja Industri 4.0 diakui sebagai bapak pendiri dan perintis Industri 4.0.
    industri-4.0-machinery
    Revolusi Industri 4.0

    Konsep Industri 4.0


    Era Industri 4.0 ini merupakan konsep baru dari Jerman untuk mengubah proses manufaktur dengan mengintegrasikan system informasi dalam mata rantai produksi mulai dari lini awal disain produk, proses produksi, pendistribusian, pelayanan (after sales) hingga perbaikan produk (updating).
    Konsep dari Industri 4.0 ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas fabrikasi dengan mengurangi waktu proses produksi, pemasaran, pendistribusian sehingga meningkatkan efisiensi serta menekan biaya secara keseluruhan.
    Terdapat empat prinsip kerja dalam Industri 4.0. Prinsip-prinsip ini membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan skenario-skenario Industri 4.0.

    4 Pilar Industri 4.0

    robotika-industri-4.0
    Revolusi Industri 4.0
    Industri 4.0 memiliki empat pilar fungsional yaitu Big Data, Internet of Things, Internet of Services dan Cyber Security.
    1. Internet of Things
    Merupakan peningkatan Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain melalui jaringan cyber – Internet of Things (IoT).
    2. Big Data
    Peningkatan kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan data fisik secara digital dengan memadukan data-data digital dengan data sensor, dan data lainnya yang terkait. Proses ini mengumpukan data mentah dan selanjutnya akan di proses agar menghasilkan informasi data yang lebih kompleks.
    3. Technical assistance
    Yang pertama adalah peningkatan kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah secara lebih cepat dan akurat.
    Kedua, kemampuan sistem siber-fisik (robotik) untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang beresiko, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.
    4. Artificial Intelligence
    Ada beberapa pengertian dari Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan ini :
    “Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas” – H. A. Simon (1987)
    “Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik dari manusia” – Rich and Knight (1991)
    “Bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia” – Idhawati Hestiningsih
    Dari beberapa definisi diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa AI (Artificial Intelligence) / kecerdasan buatan merupakan sebuah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia.
    Secara sederhananya kuranglebihnya, sebuah instruksi pintar yang diberikan kepada program maupun mesin sehingga si komputer atau mesin dapat mengumpulkan data, mempelajari kebiasaan, dan kemudian dapat mengambil keputusan sendiri.

    Revolusi Industri
    Industri-4.0
    Revolusi Industri 4.0
    Fourth Industrial Revolution – Industri 4.0 yang mulai menyebar di seluruh penjuru dunia saat ini akan terjadi fenomena massal rontoknya kelas menengah atas diseluruh dunia. Diprediksi akan akan banyak perusahaan-perusahan besar gulung tikar.
    Revolusi industri keempat merupakan era digital ketika semua mesin terhubung melalui sistem internet atau cyber system. Situasi ini akan membawa dampak perubahan besar di masyarakat.
    Contoh kasus, televisi yang selama ini menjadi satu-satunya media hiburan dan informasi perlahan mulai ditinggalkan.
    Sebaliknya banyak masyarakat (publik) yang justru beralih ke kanal media sosial (facebook, youtube, Instagram, dll). Baik dalam beriklan produk, mencari informasi, hiburan dan lain-lain.
    Perebutan konsumen antara taksi konvesional, ojek, transportasi umum dengan Taksi dan ojek online adalah soal kasus lainnya, dimana perubahan alur pemesanan konsumen transportasi dari menelpon via operator taksi, diambil alih oleh system jaringan cyber sehingga konsumen dapat langsung berinteraksi dengan pengemudi taksi online atau ojek online.
    Inilah gejala baru revolusi industri keempat.
    Dalam era yang baru, persaingan semakin keras. Pengusaha nasional Chairul Tanjung menyebut the winner takes all, pemenang mengambil semuanya. Jadi akan banyak yang tergilas.
    Dengan era teknologi ini, ada fenomena yang perlu diperhatikan. The winner takes all, pemenang selalu mengambil keseluruhan pasar.
    Di ranah cyber sendiri Google bisa mengambil alih hampir keseluruhan pasar dari Yahoo, yang notabene lebih dahulu exist didunia maya.
    Berkat teknologi Artificial Intelligence yang diterapkan pada google, sehingga mesin pencari google dapat mengumpulkan data, mempelajari dan menyajikan pengalaman yang lebih baik untuk penggunanya.
    Revolusi Industri adalah ketika kemajuan teknologi yang besar disertai dengan perubahan sosial ekonomi dan budaya yang signifikan.
    Pada revolusi industri pertama, dari akhir 1700 sampai pertengahan 1800an, menandai transisi dari pembuatan barang menggunakan tangan dengan beralih ke mesin. Dimulai di Inggris dan diadopsi di Belgia, Prancis, AS dan menjalar ke negara-negara lain.
    Hal itu dimungkinkan dengan memanfaatkan tenaga air dan uap. Selanjutnya pengembangan peralatan mesin dan pabrik, yang menyebabkan perubahan besar-besaran. Yang belum pernah terjadi sebelumnya.
    Sementara revolusi industri kedua dimulai pada akhir 1800-an. Sebagian besar sebagai hasil dari penemuan listrik. Diantaranya era produksi massal dan jalur perakitan. Penyebaran teknologi yang luas seperti transportasi, telegraf, kereta api, gas dan air. Situasi ini menimbulkan pergerakan manusia dan informasi tidak seperti sebelumnya.
    Sementara itu, revolusi industri ketiga muncul saat pengenalan komputer dan elektronik digital lainnya di tahun 1950an. Di antara perubahan kunci adalah otomasi, yang menyebabkan kenaikan fabrikasi bagi Cina.
    Tugas dan keterampilan skill tak lagi menjadi primadona, ketika perakitan, diserahkan ke mesin. Dari sudut pandang konsumen dan budaya, era ini sering teridentifikasi dengan perubahan mendalam akibat diperkenalkannya televisi dan komputer pribadi.
    Pada setiap tahapan revolusi industri ini memiliki dampak sosial ekonomi dan budaya yang besar, beberapa baik, beberapa buruk.
    Kebutuhan dasar, seperti makanan dan pakaian, menjadi lebih tersedia. Perdagangan meningkat. Populasi melonjak saat orang berpindah dari daerah pedesaan ke kota.
    Pada saat yang sama, polusi yang lebih banyak menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius, dan kondisi perburuhan yang tidak aman mengakibatkan keresahan pekerja.
    Negara-negara yang mempelopori revolusi industri pertama mendominasi yang kedua juga. Peran Amerika yang kuat membantu AS menjadi pemimpin global di bidang manufaktur, yang menjadikan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 1913.
    Selama revolusi ketiga, AS mulai menyerahkan peran pabrikan utamanya ke Cina karena perusahaan perusahaan di Cina menginvestasikan mesin produksi dan pendidikan industri dan memberikan kebijakan perdagangan yang murah.
    Pada saat ini era itu mulai tergerus dengan lahirnya era digital yang menjadi penanda era globalisasi gelombang ketiga, dengan meletusnya revolusi industri keempat.

    Era Industri 4.0

    Era-Industri-4.0
    Revolusi Industri 4.0
    Pada revolusi industri 4.0 pada perkembangannya akan banyak yang menekankan kepada kemampuan Artificial Inteligence yang mampu menggerakkan robot-robot yang “lebih pintar” dan “tidak pernah mengeluh” sehingga banyak pekerjaan yang dikerjakan tenaga manusia digantikan dengan yang lebih murah, efisien dan berkualitas lebih tinggi.
    Sebagai contoh apabila tadi diatas terjadi kegaduhan antara manusia dengan manusia ( supir taksi konvensional, supir angkot dengan supir taksi online ) maka ke depannya supir supir ini akan tergerus oleh mobil otonom yang dapat berjalan tanpa perlu supir.
    Para pekerja dipabrik akan tergerus oleh robot – robot yang dapat melakukan produksi secara terus menerus tanpa pernah mengeluh dan lebih efisien.
    Permasalahan :
    1. Apakah kaitan antara revolusi industri Era 4.0 dengan multimedia yang sedang kita pelajari ? jelaskan
    2. Menurut pemahaman anda seberapa besar pengaruh dari Revolusi Industry Era 4.0 terhadap kemajuan dalam bidang pendidikan di Indonesia ?
    3. Bagaimana cara kerja dari IOT secara sederhana ? berikan analogi untuk mempermudahnya
  • Presentasi E-Learning Hasil Pengembangan

    3

    Untuk E-learning silahkan kunjungi blog berikut :


    Permasalahan :
    1. Berdasarkan apa kita menentukan jenis e-leaning yang digunakan ?
    2. Bagaimana cara mengevaluasi hasil proses pembelajaran e-learning yang tepat menurut anda ?
    3. Apakah personality dari individu dapat berkembang dengan melalui E-learning ?
  • Presentasi Multimedia Pembelajaran Kimia

    4


    Kelemahan : Tidak cekatan dalam membaca teks tertulis dan dirasa monoton
    Kelebihan : Mudah mengingat sesuatu yang bersifat visual

    Mengatasi Kelemahan : menggunakan media yang bersifat visual sehingga dapat memicu ingatan long term

    Sejarah Perkembangan Teori Atom


    Sejarah penemuan atom bermula sejak zaman dahulu kala. Pada tahun 400 SM seorang filsuf Yunani bernama Democritus, mengemukakan bahwa materi tersusun atas partikel - partikel kecil yang tidak dapat dibelah kembali. Beliau memberi istilah "ATOMOS" (bisa lihat di post "Atom").







    Ilmu kimia semakin pesat, pemahaman atom pun meningkat. Pada tahun 1661, Robert Boyle mempublikasikan bukunya "The Sceptical Chymist"yang berargumen bahwa materi-materi di dunia ini terdiri dari berbagai kombinasi"corpuscules", yaitu atom-atom yang berbeda. Berseberangan dengan berbagai pendapat klasik bahwa materi terdiri dari unsur - unsur tanah,api,air, dan udara. ( kayak avatar wkwkwk )


    Pada tahun 1789, istilah element (unsur) didefinisikan oleh seorang bangsawan dan peneliti Perancis, Antoine Lavoisier, sebagai bahan dasar yang tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi dengan menggunakan metode-metode kimia. Pak Antoine juga penemu oksigen, lho!


    John Dalton (1766-1844) ialah seorang guru SMU di Manchester, Inggris. Ia terkenal karena teorinya yang membangkitkan kembali istilah “atom”. Dalam buku karangannya yang berjudul New System of Chemical Philosophy ia berhasil merumuskan hal tentang atom sekitar tahun 1803.
    Ia menyatakan bahwa materi terdiri atas atom yang tidak dapat dibagi lagi. Tiap-tiap unsur terdiri atas atom-atom dengan sifat dan massa identik, dan senyawa terbentuk jika atom dari berbagai unsur bergabung dalam komposisi yang tetap.




    Teori John Dalton pada tahun 1808 

    • Setiap unsur tersusun dari partikel kecil yang disebut atom.Semua atom dalam suatu unsur adalah sejenis,mempunyai ukuran,massa,dan sifat kimia yang sama.Sementara itu,atom dari suatu unsur berbeda dengan atom dari unsur yang lain.
    • Senyawa adalah materi yang tersusun oleh paling sedikit dua jenis atom dari unsur yang berbeda dengan perbandingan yang tetap dan tertentu.
    • Atom tidak dapat dimusnahkan.Reaksi kimia hanyalah penataan ulang atom – atom yang bereaksi.







    Kemudian, melalui hasil kerjanya pada sinar katoda pada tahun 1897, J. J. Thomson menemukan elektron dan sifat-sifat subatomiknya. Hal ini meruntuhkan konsep atom sebagai satuan yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Thomson percaya bahwa elektron-elektron terdistribusi secara merata di seluruh atom, dan muatan-muatannya diseimbangkan oleh keberadaan lautan muatan positif. 




    Namun pada tahun 1909, para peneliti di bawah arahan Ernest Rutherford menembakkan ion helium ke lembaran tipis emas dan menemukan bahwa sebagian kecil ion tersebut dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam dari yang apa yang diprediksi oleh teori Thomson. Rutherford kemudian mengajukan bahwa muatan positif suatu atom dan kebanyakan massanya terkonsentrasi pada inti atom pada pusat atom dengan elektron-elektron mengitari inti atom seperti planet mengitari matahari. Muatan positif ion helium yang melewati inti padat ini haruslah dipantulkan dengan sudut pantulan yang lebih tajam. 




    Pada tahun 1913, ketika bereksperimen dengan hasil proses peluruhan radioaktif, Frederick Soddy menemukan bahwa terdapat lebih dari satu jenis atom pada setiap posisi tabel periodik. Istilah isotop kemudian diciptakan oleh Margaret Todd sebagai nama yang tepat untuk atom-atom yang berbeda namun merupakan satu unsur yang sama. J.J. Thomson menemukan teknik untuk memisahkan jenis-jenis atom tersebut melalui hasil kerjanya pada gas yang terionisasi.


    Model atom hidrogen Bohr yang menunjukkan loncatan elektron antara orbit-orbit tetap dan memancarkan energi foton dengan frekuensi tertentu.Sementara itu, pada tahun 1913, fisikawan Niels Bohr mengkaji ulang model atom Rutherford dan mengajukan bahwa elektron-elektron terletak pada orbit-orbit yang terkuantisasi dan dapat meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya, namun tidak dapat dengan bebas berputar spiral ke dalam maupun keluar dalam keadaan transisi. Elektron haruslah menyerap ataupun memancarkan sejumlah energi tertentu untuk melakukan transisi antara orbit-orbit yang tetap ini. Ketika cahaya dari materi yang dipanaskan memancar melalui prisma, ia dapat menghasilkan spektrum multiwarna. Penampakan garis-garis spektrum tertentu ini berhasil dijelaskan oleh teori transisi orbital ini.




    Penjelasan pada perbedaan massa isotop ini berhasil dipecahkan setelah ditemukannya neutron, yakni partikel bermuatan netral dengan massa yang hampir sama dengan proton, oleh James Chadwick pada tahun 1932. Isotop kemudian dijelaskan sebagai unsur dengan jumlah proton yang sama, namun memiliki jumlah neutron yang berbeda dalam inti atom.



    Silahkan kunjungi link berikut untuk melihat videonya :
    Disini


    Permasalahan :

    1.Menurut saudara apa yang harus saya perbaiki dari multimedia yang telah saya buat ?
    2. Apakah ada saran lain dari saudara mengenai kelemahan yang saya miliki , misalnya bentuk multimedia lain yang dapat membantu saya
    3. Mengapa kita harus memahami diri kita sendiri terlebih dahulu dalam membuat suatu multimedia yang baik ?
  • Pengembangan E-learning dalam pembelajaran kimia

    3

    "Not only has eLearning made the work of Learning and Development professionals more scalable, it has also made the content they produce better. By making lessons available on demand, Learning and Development professionals have ensured that employees can review whatever content they need, and learn anytime, anywhere with ease. Mobile learning is the next step for this industry, whereas game-based learning apps can be a great use of technology for future generations. From software training to regulatory compliance, eLearning has transformed the way companies train"

    Pengertian e-learning pada umumnya terfokus pada cakupan media atau teknologinya. E-learning menurut Gilbert & Jones dalam Surjono (2007) adalah suatu pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik, seperti internet, intranet/ekstranet, satelite broadcast, audio/video, TV interaktif, CD-ROM dan computer based training (CBT). E-learning juga diartikan sebagai seluruh pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN atau Internet) untuk membantu interaksi dan penyampaian materi selama proses pembelajaran (Kumar, 2006). Urdan dan Weggen menyatakan e-learning sebagai suatu pengiriman materi melalui semua media elektronik, termasuk internet, intranet, siaran radio satelit, alat perekam audio/video, TV interaktif, dan CD-ROM (Anderson, 2005).

    Pengertian e-learning berbeda dengan pembelajaran secara online (online learning) dan pembelajaran jarak jauh (distance learning). Online learning merupakan bagian dari e-learning, hal ini seperti yang dinyatakan oleh Australian National Training Authority bahwa e-learning merupakan suatu konsep yang lebih luas dibandingkan online learning, yaitu meliputi suatu rangkaian aplikasi dan proses-proses yang menggunakan semua media elektronik untuk membuat pelatihan dan pendidikan vokasional menjadi lebih fleksibel. Online learning merupakan suatu pembelajaran yang menggunakan internet, intranet dan ekstranet, atau pembelajaran yang menggunakan jaringan komputer yang terhubung secara langsung dan luas cakupannya (global). Sedangkan distance learning, cakupannya lebih luas dibandingkan e-learning, yaitu tidak hanya melalui media elektronik tetapi bisa juga menggunakan media non-elektronik. Distance learning lebih menekankan pada ketidakhadiran pendidik setiap waktu. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan secara umum e-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran yang memanfaatkan atau menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. E-learning adalah kegiatan belajar yang menggunakan internet yang dapat dikombinasikan dengan kegiatan tatap muka yang ada di lembaga pendidikan.

    Penerapan e-learning banyak variasinya, karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat. Surjono (2007), menekankan penerapan e-learning pada pembelajaran secara online dan dibagi menjadi dua yaitu sederhana dan terpadu. Penerapan e-learning yang sederhana hanya berupa kumpulan bahan pembelajaran yang dimasukkan ke dalam web server dan ditambah dengan forum komunikasi melalui e-mail dan atau mailing list (milist). Penerapan terpadu yaitu berisi berbagai bahan pembelajaran yang dilengkapi dengan multimedia dan dipadukan dengan sistem informasi akademik, evaluasi, komunikasi, diskusi, dan berbagai sarana pendidikan lain, sehingga menjadi portal e-learning. Pembagian tersebut di atas berdasarkan pada pengamatan dari berbagai sistem pembelajaran berbasis web yang ada di internet. Nedelko (2008), menyatakan ada tiga jenis format penerapan e-learning, yaitu:

    a.       Web Supported e-learning, yaitu pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka dan didukung dengan penggunaan website yang berisi rangkuman tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, tugas, dan tes singkat
    b.      Blended or mixed mode e-learning, yaitu sebagaian proses pembelajaran dilakukan secara tatap muka dan sebagian lagi dilakukan secara online
    c.       Fully online e-learning format, yaitu seluruh proses pembelajaran dilakukan secara online termasuk tatap muka antara pendidik dan peserta didik juga dilakukan secara online yaitu dengan menggunakan teleconference.

    Penerapan e-learning lebih banyak dimaknai sebagai pembelajaran menggunakan teknologi jaringan (net) atau secara online. Hal ini berkaitan dengan perkembangan TIK yang mengarah pada teknologi online. TIK saat ini, lebih difokuskan untuk pengembangan networking (jaringan) yang memungkinkan untuk mengirim, memperbaharui, dan berbagi informasi secara cepat. Keberhasilan penerapan dari e-learning bergantung pada beberapa faktor antara lain teknologi, materi pembelajaran dan karakteristik dari peserta didik. Teknologi merupakan faktor pertama yang mempunyai peran penting di dalam penerapan e-learning, karena jika teknologi tidak mendukung maka sangat sulit untuk menerapkan e-learning, minimal sekolah mempunyai komputer. Materi pembelajaran juga harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, dijabarkan secara jelas atau diberikan link ataupun petunjuk sumber pembelajaran yang lain. Karaktersitik peserta didik juga sangat dibutuhkan karena nilai utama di dalam e-learning adalah kemandirian.

    E-learning sangat berbeda dengan pembelajaran secara tradisional. Pada pembelajaran tradisional, peran pendidik masih cukup dominan, sedangkan pada e-learning peserta pendidik harus mempunyai kesadaran untuk belajar secara aktif dan mandiri. Nedelko (2008), menjelaskan beberapa karakteristik peserta didik yang dapat mempengaruhi dari keberhasilan e-learning:

    1)      Mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakan komputer dan TIK lainnya, karena e-learning didukung oleh penggunaan komputer dan peralatan TIK.
    2)      Motivasi untuk belajar, peserta didik harus mempunyai kesadaran untuk mempelajari bahan dan materi yang telah diberikan guru, bukan hanya belajar ketika di kelas saja.
    3)      Disiplin, peserta didik harus disiplin untuk belajar, mengerjakan tugas, dan menentukan waktu dan tempat untuk belajar.
    4)      Mandiri, kemandirian peserta didik mutlak diperlukan di dalam e-learning, karena tidak setiap saat antara peserta didik dan pendidik dapat bertatap muka. Pembelajaran tatap muka lebih bersifat sebagai diskusi antara peserta didik dengan pendidik, bukan sebagai transfer pengetahuan saja.
    5)      Mempunyai ketertarikan terhadap e-literatur, karena hampir semua materi pembelajaran disajikan secara online ataupun melalui media elektronik.
    6)      Dapat belajar secara sendirian (felling isolation), peserta didik yang ketika belajar harus secara berkelompok atau ada teman akan merasa kesulitan dengn e-learning.
    7)      Mempunyai kemampuan kognitif yang cukup tinggi, peserta didik yang mengikuti e-learning hendaknya mempunyai kemampuan kognitif tingkat sintesis dan evaluasi, hal ini dapat untuk mengatasi permasalahan ketidakintesifan pendampingan pendidik dan teman sebayanya.
    8)      Mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah, peserta didik yang dapat memecahkan masalah secara mandiri akan lebih mudah mengikuti e-learning.

    E-learning membutuhkan model yang harus didisain dalam bentuk pembelajaran inovatif. Pengembang,  mempunyai kesempatan dalam merencanakan pengalaman sebelumnya untuk penerapan program e-learning. Untuk keperluan pengembangan e-learning, pengembang konten pembelajaran diharapkan melakukan keseluruhan dari kecakapan mengajar dalam proses pembelajaran e-learning. Pengembang diharapkan dapat mengganti kekurangan dari subtansi atau waktu yang mungkin terjadi dalam pembelajaran konvensional. Walaupun demikian, pengalaman belajar yang terstruktur dengan baik belum cukup mengganti kekurangan kecakapan komunikasi dalam proses pembelajaran e-learning. Performansi peserta didik melalui e-learning adalah memperlihatkan kemampuan e-learning dalam pengintegrasian proses pembelajaran. Komunikasi elektronik dikombinasikan dengan proses pengembangan yang dibutuhkan untuk menempatkan suatu pembelajaran dalam fasilitas format e-learning yang pengintegrasiannya ke dalam penstrukturan konten.

    Konten e-learning adalah objek yang harus ada agar pembelajaran dapat berjalan, sedangkan aktor e-learning adalah individu-individu yang melaksanakan pembelajaran e-learning. Konten e-learning dapat berupa text-based content, multimedia-based content ataupun kombinasi keduanya (text-based content dan multimedia-based content).

    Aktor dalam pelaksanakan e-learning dapat dikatakan sama dengan aktor pada pembelajaran konvensional, dalam pembelajaran diperlukan adanya pengajar atau tutor yang membimbing, siswa yang menerima bahan ajar dan pengajaran serta administrator yang mengelola administrasi dan proses belajar mengajar.

    Konten dan aktor memiliki hubungan yang sangat erat, karena konten e-learning dibuat, disimpan, dirawat dan dipergunakan oleh aktor e-learning itu sendiri. Terdapat daur hidup (lifecycle) dalam konten e-learning dan aktor adalah pusat dari daur hidup tersebut. Aktor berperan dalam membua (create), menyimpan (archive), merawat (maintain) dan mempergunakan (use) konten e-learning.

    Setiawan (2014) melaporkankan bahwa Technology Acceptance Model (TAM) telah mengalami ekstensi dengan memperhatikakan faktor eksternal, yaitu keyakinan diri (self efficacy) dan tekanan sosial (sosial influence) yang menjelaskan lebih lanjut dan penyebab dari kemudahan penggunaan (Perceived Ease Of Use) dan tentang kemanfaatan (Perceived Usefulness) yang dimiliki pengguna teknologi. Salah satu faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku penerimaan teknologi adalah pengaruh sosial (social influence) atau lebih spesifik disebut dengan psychological attachment.

    Pengembangan 

    Pengembangan bahan ajar berbasis e-learning dengan materi hidrokarbon dan minyak bumi ini didasarkan pada model pengembangan yang direkomendasikan oleh Thiagarajan (1974), yakni 4D-Model yang terdiri dari pembatasan (define), perencanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebarluasan (disseminate).

    1.      Tahap pendefinisian (define)

    Tahap pendefinisian (define) adalah untuk menentukan dan menegaskan kebutuhan-kebutuhan pembelajaran. Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap ini adalah: (1) analisis ujung depan yang mengarah pada hasil akhir dari pengembangan yakni berupa bahan ajar berbasis e-learning, (2) analisis siswa, langkah ini menetapkan subyek pebelajar dan sasaran belajar siswa yaitu siswa kelas X semester 2 dengan materi pokok senyawa hidrokarbon dan minyak bumi dengan karakter siswa yang telah mengenal internet, dan (3) perumusan indikator hasil belajar yang dirumuskan berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Analisis siswa dibedakan menjadi dua, yaitu: (1) analisis tugas dengan mencari literature dan sumber belajar tentang hidrokarbon dan minyak bumi dan (2) analisis konsep yang dilakukan dengan mengidentifikasi konsep-konsep utama yang akan dipelajari.

    2.      Tahap perencanaan (design)

    Tahap perencanaan (design) meliputi tiga langkah yaitu: (1) penyusunan tes dengan membuat soal yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman materi dan keberhasilan siswa dalam memahami materi dalam bahan ajar, (2) pemilihan media untuk mendapatkan media yang tepat sesuai dengan perkembangan era teknologi yang sedang berlangsung, yaitu media internet, dan (3) perancangan awal yang meliputi membaca buku teks yang relevan, menulis bahan ajar, adaptasi bahan ajar, konsultasi secara intensif dengan dosen pembimbing.

    3.      Tahap pengembangan (develop)

    Pada tahap pengembangan (develop) langkah- langkah yang dilakukan adalah:
    (1) konsultasi dengan pembimbing yang bertujuan untuk merancang dan menyusun media dan instrumen yang akan dipakai dalam penelitian,
    (2) validasi yang merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data tentang nilai yang diperoleh dari validator,
    (3) analisis hasil validasi, hasil validasi dianalisis sesuai dengan penilaian, saran, dan kritik dari validator,
    (4) revisi bahan ajar berbasis e-learning yang bertujuan untuk menyempurnakan bahan ajar yang akan digunakan, dan
    (5) uji coba terbatas, tujuan uji coba ini hanya untuk mengetahui kelayakan dari produk pengembangan yakni bahan ajar berbasis e-learning.

    4.      Tahap penyebarluasan (disseminate)

    Tahap keempat yaitu penyebarluasan (disseminate) merupakan tahap penggunaan bahan ajar yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas. Tahap ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan bahan ajar berbasis e-learning hasil pengembangan. Dalam pengembangan ini, tahap penyebarluasan (disseminate) tidak dilakukan karena pertimbangan keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya. Selain itu, disesuaikan dengan tujuan pengembangan bahan ajar berbasis e-learning yakni untuk mengetahui kelayakan bahan ajar bukan untuk mengukur prestasi belajar siswa.


    Permasalahan :
    1.Apakah dengan adanya pengembangan e-learning ini akan mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia untuk sekarang dan kedepannya ? 
    2.Menurut anda apakah E-learning dapat diterapkan pada suatu kelas dimana tiap siswa didalamnya memiliki tingkat motivasi belajar yang berbeda-beda ?
    3. Disamping memiliki banyak kelebihan , e-learning juga memiliki beberapa titik lemah seperti kurang ditekankannya atau bahkan mengabaikan aspek sosial , Bagaimanakah langkah kita dalam meminimalisir hal tersebut ?
    4. Menurut anda apakah dengan adanya E-Learning ini siswa dapat menjadi pribadi yang berani dalam mengemukakan pendapatnya ?

      
  • Copyright © 2013 - Chemistry Education

    EN-EV MEDIA PEMBELAJARAN - Powered by Blogger - Designed by EN-NEV